Image of Satu jam belajar mengurus jenazah : panduan praktis tata cara penyelenggaraan jenazah dan hukum-hukumnya

Text

Satu jam belajar mengurus jenazah : panduan praktis tata cara penyelenggaraan jenazah dan hukum-hukumnya



Diwajibkan atas yang menyaksikan kematian mayit, baik dari keluarganya maupun dari yang lainnya empat perkara yaitu memandikan, mengkafani , menshalatkan dan menguburkannya.
Yang memandikan mayit adalah orang yang paling tahu sunah-sunah memandikan mayit, terutama dari keluarga dan kerabatnya. Jika mayit laki-laki maka yang wajib memandikannya adalah kaum laki-laki dan jika wanita yang memandikannya adalah wanita kecuali suami-istri maka boleh masing-masing mamandikan yang lainnya. Tidak disyariatkan memandikan seseorang yang gugur dimedan perang. Cara memandikan dimulai dengan bagian tubuh yang kanan dan anggota-anggota wudhunya. Mandikanlah tiga kali atau lima kali atau tujuh kali. Mandikanlah dengan air dan daun bidara.
Setelah mayit dimandikan maka selanjutnya adalah mengkafaninya. Gunakan kain kafan berwarna putih sebanyak tiga lembar. Kain kafan harus menutupi seluruh tubuh mayit.
Menshalatkan mayit yang muslim adalah fardu kifayah. Ada dua golongan yang tidak wajib untuk dishalatkan yaitu bayi dan orang yang mati syahid atau gugur dalam peperangan. Semakin banyak yang menshalatkan mayit maka semakin afdal, Allah akan memberikan syafaatnya. Disunahkan membentuk tiga shaf dibelakang imam meskipun jumlah jamaahnya sedikit. Sebaiknya menshalatkan jenazah diluar masjid, ditempat yang disediakan untuk shalat jenazah. Pada mayit laki-laki maka posisi imam berdiri disisi kepalanya sedangkan jika wanita maka posisi imam berdiri ditengahnya.
Shalat jenazah dilaksanakan dengan bertakbir empat kali atau lima kali hingga sembilan kali takbir. Takbir pertama membaca al-fatihah, takbir kedua membaca shalawat dan takbir yang lainnya membaca doa untuk mayit. Tidak boleh menshalatkan mayit di waktu-waktu yang terlarang kecuali dalam kondisi darurat.
Setelah mayit dishalatkan maka kewajiban terakhir adalah menguburkannya. Tidak boleh menguburkan mayit ketika terbitnya matahari sampai meninggi, matahari ditengah-tengah sampai tergelincir dan ketika matahari hendak terbenam sampaii terbenam.
Letakan mayit dalam kuburnya dalam keadaan berbaring kesebelah kanan dan wajahnya ke arah kiblat. Disunahkan untuk meninggikan kubur sejengkal dari tanah , kuburan dibuat menjadi gundukan , diberi tanda berupa batu, berdiri disisi kuburan sambil mendoakan si mayit.


Availability

200532X4 ABU 1My Library (Rak 1)Available
200522X4 ABU 1My LibraryAvailable
200512X4 ABU 1My LibraryAvailable
B00009My LibraryAvailable
B00010My LibraryAvailable

Detail Information

Series Title
-
Call Number
2X4 ABU s
Publisher Pust Darul Ilmi : .,
Collation
vii,100 hlm.; ilus.; lamp.; bibl.; 20,5 cm
Language
Indonesia
ISBN/ISSN
978-602-8013-24-6
Classification
2X4
Content Type
-
Media Type
-
Carrier Type
-
Edition
1
Subject(s)
Specific Detail Info
-
Statement of Responsibility

Other version/related

No other version available




Information


RECORD DETAIL


Back To PreviousXML DetailCite this